Raja Zahabiah
Dua tiga menjak ni, perasaan berbaur suka dan duka... My eldest son dpt tawaran ke Jepun.
Tis coming Sunday going to KL for Ambang Asuhan Jepun kat UM, my old place! UNITEN n
Matrik Melaka pun dapat. UTP belum tau dapat tak. If not dia nak pk 1 more time utk tidak
ke negara matahari terbit tu bila I duk sebut2: jauhnya along... I pk sekali rasa taknak bg tapi pk sekali lagi, takpelah... for his future, lagipun memang impian dia sejak awal. Esok2 jika Tuhan izinkan, sampailah kita ke sana... manalah tau kan. Daddynya dah sampai, thats y dia ok je.
So just now kita celebrate lah kejayaan along tu. BBQ lg... dalam hujan punya lebat, habis jugak
kerja2 pembakaran terbuka malam ni. Byk gak makan ni, mihun, mee bandung, sate, puding roti, gorengan2, kek dan ntah hapahapa laglah... semua hentam sajalah! mata pun naik layu.
Esok Sabtu, sekarang crite hantu, I masuk tido dululah.... Congratulation to my 1st hero...!
Doa kami mengiringi...
Raja Zahabiah
hidup adalah pohon
yang berdiri di tempatnya

(cuba selami bait-bait nan indah ini...)

datanglah pada hidup pengembara
yang mengetahui di mana dirinya
dan lihatlah ke dalam dirimu apa yang sebenarnya
kauinginkan
dan yang telah kaulaksanakan
andainya kasih sayang jadi kerinduan
ianya bagai pohon yang memerlukan pilihan
dan kata-kata dari perbuatan
memang tak seharusnya kau berada di sini
pada pilihan yang tak pernah ditentukan
hidup adalah bayangan yang memerlukan cahaya
suatu kepentingan yang mesti

menangislah dalam kerinduan yang luka
kepedihan akan mengembalikan dirimu ke asalnya
bagaimana bentuk dan pilihan
yang pasti memberikan jawapan

senangilah pohon-pohon yang memberikan warna
kerana warna adalah dirimu
dan dirimu adalah warna yang bangkit dari cahaya
kasih sayang membentuk hidup dalam kekuatan
dan kekuatan membangkitkan keinginan
keinginan adalah perasaan yang melihat
kejujuran yang berani
membakar segala ketakutan
kebenaran akan membebaskan diri
apabila engkau mengenalinya

hidup adalah pohon yang berdiri di tempatnya
menalikan cinta dari waktu ke waktu
bagai malam yang tak mengenal kegelapan
dan kegelapan adalah nafas cintanya
membentuk siang
dan siang adalah pilihan yang mesti
mewarnakan seluruh kehendak

zaihasra